Sabtu, 07 Desember 2013

TEORI DASAR YANG DIGUNAKAN PADA PESAWAT TERBANG



       I.                         

Gbr. Sirip Pesawat





1.     Hukum Bernoulli pada Daya Angkat Sayap Pesawat Terbang
Penampang sayap pesawat terbang memiliki bagian belakang yang tajam dan sisi bagian atas yang lebih melengking dari sisi bagian bawahnya. Bentuk ini membuat kecepatan aliran udara melalui muka bagian atas lebih besar dari kecepatan aliran udara melalui muka bagian bawah pada saat pesawat tinggal landas.
Besarnya gaya angkat pesawat terbang dapat dirumuskan sebagai berikut:
P1 – P2= 1/2ρ . A(v22 – v12)
Dimana: P1 = tekanan di bawah sayap
             P2 = tekanan di atas sayap
                       v1 = kecepatan udara di bawah sayap
                       v2 = kecepatan udara di bawah sayap
                       ρ = massa jenis udara
                      A= luas penampang sayap
Dan  Besarnya gaya angkat sayap ditentukan dengan persamaan berikut : L = ½ CL ρ As v2
Jadi dapat disimpulkan bahwa pada saat pesawat akan berangkat, tekanan udara pada bagian bawah lebih besar daripada tekanan udara pada bagian atas.

2.     Efek Coanda
Menurut Coanda, udara yang melewati permukaan lengkung akan mengalir sepanjang permukaan itu.

3.     Hukum Newton
Pada pesawat menggunakan hukum newton III. Hukum Newton III berbunyi : Jika sebuah benda mengerjakan gaya pada benda lain, maka benda lain tersebut mengerjakan gaya pada benda yang pertama yang sama besarnya tetapi berlawanan arah. Hukum Newton III ini sering disebut Hukum Aksi-Reaksi.
Menekankan pada prinsip perubahan momentum manakalah udara dibelokkan oleh bagian bawah sayap pesawat. Dari prinsip aksi-reaksi, muncul gaya pada bagian bawah sayap yang besarnya sama dengan gaya yang diberikan sayap untuk membelokkan udara.
Dalam hal ini, aksi yaitu gerak/ tekanan udara yang berasal dari permukaan airfoil (bentuk sayap) bagian atas yang menekan airfoil ke bagian bawah dengan tekanan beribu-ribu ton udara, sehingga karena pada bagian bawah airfoil tertekan oleh ribuan ton dari atas airfoil.

pada bahasan selanjutnya insyaallah saya akan menulis tentang pembuatan rubber powered plane (pesawat bertenaga karet)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar